Rabu, 06 Februari 2013

Koleksi busana pengantin Jawa (riasan pengantin Paes Ageng)


Salah satu tata rias dan busana pengantin adalah Paes Ageng Gaya Yogyakarta. Sampai  masa pemerintahan Sultan Sultan HB VIII, paes ageng ini hanya boleh dikenakan oleh kerabat raja. Baru pada masa pemerintahan raja berikutnya, Sultan HB IX (1940), mengijinkan masyarakat umum memakai busana ini dalam upacara pernikahan.
Sampai saat ini, Busana Paes Ageng masih terus digunakan dalam upacara pernikahan di kalangan masyarakat Jawa, terutama pada kalangan masyarakat menengah ke atas. Hal ini dikarenakan biaya yang diperlukan cukup besar, baik dalam urusan busana maupun perlengkapannya.
Pemakaian busana paes ageng sangat rumit, memerlukan ketekunan dan ketelitian yang didalamnya terkandung kesakralan  maupun makna filosofi dalam setiap detail rias wajah, busana, dan asesorinya. Untuk itu segala sesuatu yang berhubungan dengan paes dipercayakan pada seorang juru rias paes pengantin. Baik perias maupun pengantin putri yang dirias wajib berpuasa sebelum menjalankan acara. Tujuan utamanya adalah mengendapkan perasaan untuk membersihkan jiwa dan menguatkan batin agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan terhindar dari malapetaka. Masyarakat Jawa percaya bahwa kebersihan dan kekuatan batin juru rias akan menjadikan pengantin yang diriasnya cantik molek dan bersinar. Saat ini riasan Pengantin Paes Ageng sangatlah populer (diambil dari berbagai macam sumber)





Koleksi busana pengantin serta rias pengantin diatas bisa anda dapatkan hanya di .....SALON VIKKA.....





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar